Dibandingkan Makhluk Allah yang lain, misalnya Hewan, yang hanya memiliki potensi fisik saja. Seperti seekor Harimau memiliki taring yang taham, Tapi tidak dibekali dengan akal dan hati sehingga misalnya kita melihat harimau memangsa hidup-hidup seekor anak rusa didepan induknya, itu tudak bisa dikatakan sebuah pembantaian. Karena memang Harimau kan tidak punya akal, dan Hukum atau syariat itu salah salah satu syaratnya khan seseorang yang mukallaf terbebani oleh hukum haruslah seseorang yang berakal. Akan beda ceritanya bila harimau tadi memiliki akal dan rusa juga meliki akal , bila harimau memaka hidup-hidup anak rusa didepan induk dan koloninya, pastilah harimau tadi diadukan ke pengadilan karena telah melakukan genocide atau pelanggaran Hak Asasi ( hewan) . Itu adalah dunia hewan, Yang memang hanya memiliki potensi fisik semata, tidak diberikan potensi akal dan hati. Potensi akal dan hati, berisi norma-norma yang mengatur individu dalam memenuhi kebutuhannya dengan cara yang tepat dan benar, baca secara etis. Etika atau kesusilaan hanya ada pada manusia.
Kita kembali kepada manusia, Sebagai ciptaan Allah yang sempurna. Kholaqol insana fi ahsani taqwim (QS, at-Tiin : 4) Allah Menciptakan manusia kedalam bentuk yang sangat saempurna. Kesempurnaan potensi, 3 potensi sekaligus diberikan kepada manusia, seperti yang terlihat pada gambar. Hewan hanya diberi potensi fisik, sehingga perilakunya dikendalikan oleh insting. Malaikat hanya diberi potensi Hati , yang selalu ingat dann taat kepada Allah. Manusia diberi potensi akal untuk menyeimbangkan kedua potensi yang ada. Dan itulah yang merupakan ciri khas kesempurnaaan manusia.
Mengapa Allah memberikan potensi yang begitu besar kepada manusia ?? Jawabnya adalah pada Al-Quran Surah Al-baqarah :30
Sebuah kedudukan yang mulia diberikan Allah kepada manusia, sebagai wakilNya, untuk pengelolaan bumi. Bukan Kepada malaikat yang dicipta dari cahaya, bukan kepada jin yang dicipta dari nyala api, bukan kepada hewan. Bahkan Malaikatpun diperintahkan bersujud sebagai wujud penghormatan kepada manusia.Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau
hendak menjadikan (Khalifah ) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa
yang tidak kamu ketahui ( QS. Albaqarah : 30 )
Potensi yang termat besar dan Kedududukan yang mulia, inilah menjadi sebab kesempurnaan manusia.Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah[36] kamu
kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan
adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir (QS. Albaqarah : 34 )
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka diLalu apa hubungannya dengan dosa syirik ?? yah kita tahu dosa yang paling besar
daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami
lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang
telah Kami ciptakan
( QS. Al Isra: 70 )
dan tidak terampuni adalah dosa syirik, menyekutukan Allah, Mengangagap bahwa
ada yang lebih hebat , dan memberikan kekuatan selain Allah.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segalaCoba kita pahami lebih dalam lebih teliti, Allah memberikan tempt yang begitu mulia bagi manusia, Kesempurnaan potensi, Kedududukan yang tinggi sebai wakilNya , Dimuliakan di darat dan lautan. Malaikatpun bahkan Jin diminta untuk bersujud, Nah bila kita punya hajat , punya keinginan lalu kita Minta kepada makhluk yang lebih rendah derajatnya dari kita ( manusia ) bukankah itu adalah sebuah sikap yang tidak tahu berterimakasih ??? Bahkan meremerehkan Allah sebagai sang pencipta dan yang telah memberi kepada kita kesempurnaan dan kemuliaan
dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa
yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
( QS. An-Nisa : 48 )
::Baca Selengkapnya::
















